Pangkep, Sudutbaca.co.id — Penulisan kreatif masih dianggap bukan aspek penting dalam proses pembelajaran di sekolah sehingga berdampak pada pincangnya literasi dalam dunia pendidikan.

Hal kedua ialah, melihat adanya tantangan bagi penggiat komunitas di Kabupaten Pangkep, Sulsel dalam membangun branding komunitas yang berkaitan dengan kecakapan menulis sehingga kerap absen mengisi ruang-ruang teknologi informasi dengan rilisan berita atau jurnalisme warga.

Menjawab tantangan itu, Rumah Saraung akan menggelar lokakarya penulisan kreatif bagi penggiat komunitas dan pelajar menengah atas di Pangkep. Lokakaya ini mengusung tema “Menulis dari Luar Pagar Sekolah” untuk pelajar dan tema “Mendorong Pengarusutamaan Kegiatan Komunitas Kreatif di Pangkep” untuk penggiat komunitas.

Tampak pengurus komunitas sedang merampungkan perbaikan proposal dalam pembekalan komunitas di Jakarta yang digelar pada 27-30 Agustus 2024

Sasaran jumlah peserta untuk pelajar sebanyak 25 orang siswa/siswi dengan komposisi berimbang antara lelaki dan perempuan dari sejumlah sekolah menengah atas-sederajat. Sedangkan lokakarya penulisan bagi komunitas berjumlah 15 orang.

Jika tidak aral melintang, lokakarya akan digelar pada pekan ketiga September 2024 dan berlangsung selama empat hari yang dibagi sehari bagi penggiat komunitas dan tiga hari untuk pelajar. Melalui program ini diharapkan menjadi sumbu dalam menunjang beragam bentuk karya tulis peserta dalam membangun interaksi dan merekam kesaksian.

Lokakarya akan dikemas dengan sajian materi dan proses pengayaan berupa permainan, penciptaan karya dan brainstorming. Dalam proses pengisian narasumber, Rumah Saraung akan membangun kemitraan dengan jurnalis di Pangkep dan jaringan komunitas baik yang ada di Pangkep atau yang ada di kota lain seperti Makassar.

Proses kemitraan juga menyasar media daring setempat seperti Terkini Pangkep Id, Sudutbaca Co Id dan platform digital berbasis komunitas seperti Mks0km.Id dan Artefact.Id yang nantinya menjadi pilihan ruang publikasi karya peserta. Selain itu, untuk mendapatkan rekomendasi peserta dari sekolah perlu adanya dukungan dari Cabang Dinas Provinsi Sulawesi Selatan dan pihak sekolah.

“Rumah Saraung sudah mengantongi surat rekomendasi dari Cabang Dinas yang menaungi satuan pendidikan tingkat menengah atas,” ungkap F Daus AR, Direktur Rumah Saraung.

Rumah Saraung menyadari bahwa ruang pembelajaran penulisan kreatif di kota kecil berjarak sekitar 50 km di sisi utara Kota Makassar ini merupakan kebutuhan yang perlu untuk didorong melalui kolaborasi multipihak.

Sejumlah pengurus komunitas penggerak literasi dari Sulselbar foto bersama usai menghadiri pembekalan

Karena itulah program ini diupayakan oleh Rumah Saraung ke Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melaui program Bantuan Pemerintah untuk Komunitas Penggerak Literasi Tahun 2024.

Dikutip dari balaibahasasulsel.kemdikbud.go.id. Kepala Badan Bahasa, E. Aminudin Aziz menyatakan tujuan utama program ini adalah untuk membangun budaya literasi yang kuat dan meningkatkan akses terhadap sumber daya literasi.

Saat ini semua komunitas penggerak literasi se Indonesia berjumlah 340 komunitas telah dinyatakan lulus verifikasi berkas dan telah menjalani pembekalan di Jakarta sejak bulan Agustus lalu. Kini, semua komunitas dalam proses persiapan menjalankan program di daerahnya masing-masing. (*)