Pangkep, Sudutbaca.co.id — Sebanyak 15 orang peserta yang mewakili komunitasnya masing-masing antusias mengikuti lokakarya penulisan kreatif, khususnya metode penulisan jurnalistik. Bertempat di Cafe Titik Jumpa, kawasan terminal baru Bungoro, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sabtu (28/09/2024).

Kegiatan ini digelar Rumah Saraung sebagai salah satu komunitas penggerak literasi penerima bantuan pemerintah dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek tahun 2024.

“Kegiatan ini merupakan rangkaian pertama dari dua lokakarya penulisan, hari ini untuk sesi komunitas dan selanjutnya untuk pelajar menengah atas di Pangkep,” ucap F Daus AR dari Rumah Saraung dalam pembukaan lokakarya.

F Daus AR (Rumah Saraung) saat membuka Lokakarya Penulisan

Tiga orang narasumber dari media bergantian mengisi materi lokakarya dan mengenalkan metode penulisan jurnalistik. Ardiwiranata dari media daring SudutBaca tampil pertama. Ia mengutarakan kritik yang menurutnya, saat ini ada banyak sekali berita yang tersebar di media sosial, akan tetapi tidak memenuhi kaidah jurnalistik.

“Saya sering melihat adanya berita di media sosial yang hanya menuliskan satu pendapat saja dan tidak melakukan crosscheck ke narasumber yang kompeten,” ucapnya.

Adi dalam materinya menyajikan dasar penulisan berita yang bertumpuh pada formula 5W + 1H. Metode penulisan berita seperti itu sudah menjadi pakem dasar yang menjadi pedoman para jurnalis.

Ardiwiranata (pemateri pertama)

Hal senada diutarakan juga oleh Muh Subhan, jurnalis DetikSulsel. Penulisan berita tentu ada beberapa bentuknya seperti hard news, feature, dan investigasi. “Kita fokus pada penulisan peristiwa saja dulu karena teman-teman dari komunitas yang nantinya menuliskan kegiatan komunitas,” ujarnya.

Muh Subhan lebih jauh menjelaskan mengenai jurnalisme warga yang memang diamanahkan oleh penyelenggara. Ia sedikit menyinggung mengenai sejarah jurnalisme warga yang bisa juga dilacak ketika peristiwa penembakan atas presiden AS, Jhon F Kennedy.

Menurutnya pasca kejadian itu ada narasi lain yang tersebar ke publik yang bukan ditulis oleh jurnalis dari sebuah media resmi. “Ada seorang yang menulis peristiwa itu, saya lupa namanya, tapi nanti bisa cek di mesin pencari,” ucapnya kemudian.

Muh Subhan (Pemateri kedua)

Sebelum sesi narasumber ketiga, para peserta yang sebelumya diminta untuk mempraktikkan menulis berita dengan formula 5W + 1H secara bergantian tampil mempresentasikan gagasan penulisan peristiwa.

Supriadi dari HMPS PAI melalui contoh berita yang ia tuliskan mengangkat isu kekeringan yang melanda desanya. Melaui outline penulisan yang dituangkan di kertas plano, oleh Badauni AP, fasilitator dalam lokakarya, menyebutkan jika metode yang diterapkan Supriadi sudah memenuhi unsur formula penulisan jurnalistik.

“Sisa nanti perlu pengembangan isi berupa wawancara pihak terkait, seperti perwakilan warga yang terdampak kekeringan dan komentar dari pihak pemerintah desa,” terang Badauni AP.

Badauni AP (Fasilitator)

Pada sajian materi ketiga dari Muh Sahrir, ia mencoba memantik pendapat peserta sebagai bentuk partisipasi, sebab menurutnya sajian materi dari dua narasumber sebelumnya sudah sangat baik menjelaskan penulisan jurnalistik.

“Saya ini tidak sedang khutbah Jumat yang cuma monolog, saya ingin dibantah jika ada pendapat lain dari peserta,” ujarnya yang disambut tawa peserta.

Meski demikian, Archut, sapaan akrab Muh Sahrir memaparkan sejumlah pengalaman dan imbauan yang perlu diperhatikan dalam menulis berita. Ia menekankan perlunya crosscheck untuk mendapatkan validasi sehingga berita bukan sebagai opini si pembuat berita.

“Menulis berita tentu ada tantangan dan tanggung jawab, tidak sekadar menulis lalu dianggap selesai,” tegasnya.

Muh Sharir (Pemateri ketiga)

Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga sore ini oleh peserta dianggap sangat penting karena selain memperoleh ilmu jurnalistik juga mempertemukan para pegiat komunitas di Pangkep.

“Terima kasih atas ilmunya dari kegiatan yang digelar Rumah Saraung,” tulis Riskan dari Karang Taruna Bonto Birao di story Instagramnya. (rls)